Sajak Ladang Jagung

Sajak Ladang Jagung Kumpulan puisi Taufiq Ismail ini diberinya nama Sajak Ladang Jagung karena bagian akhir dari kumpulan ini banyak ditulisnya semasa menyertai program pengarang pengarang di Universitas Iowa Iowa City

  • Title: Sajak Ladang Jagung
  • Author: Taufiq Ismail
  • ISBN: null
  • Page: 345
  • Format: Paperback
  • Kumpulan puisi Taufiq Ismail ini diberinya nama Sajak Ladang Jagung karena bagian akhir dari kumpulan ini banyak ditulisnya semasa menyertai program pengarang pengarang di Universitas Iowa, Iowa City Iowa City adalah kota kecil di tengah daerah peternakan dan perladangan jagung yang terluas di benua Amerika.

    • Free Read [Fiction Book] Ì Sajak Ladang Jagung - by Taufiq Ismail Â
      345 Taufiq Ismail
    • thumbnail Title: Free Read [Fiction Book] Ì Sajak Ladang Jagung - by Taufiq Ismail Â
      Posted by:Taufiq Ismail
      Published :2019-05-23T08:16:13+00:00

    About "Taufiq Ismail"

    1. Taufiq Ismail

      Taufik Ismail was born in Bukittinggi West Sumatera on June 25, 1935 He was prominent Indonesian writer and made influence in Indonesian literature the post Sukarno regime He was one of pioneer Generation of 66 He was complated his education in FKHP University of Indonesia Before active as a writer, he taught in Institut Pertanian Bogor In 1964, he assigned Manifesto Kebudayaan and consequence stopped as a teacher by government He compiled many of poems, the famous are Malu Aku Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng, Tirani, Benteng, Buku Tamu Musim Perjuangan, Sajak Ladang Jagung, Kenalkan, Saya Hewan, Puisi puisi Langit, Prahara Budaya Kilas Balik Ofensif Lekra PKI dkk, Ketika Kata Ketika Warna, Seulawah Antologi Sastra Aceh Bored with his serious style, in 1970 Taufik created his poems mixed with humor Taufik has many of regards, such as Cultural Visit Award from Australia government 1977 and South East Asia Write Award from king of Thailand 1994.

    424 thoughts on “Sajak Ladang Jagung”

    1. Taufiq Ismail membawa pembaca 'membaca' rencam manusia - suara-suara kecil melalui puisi terhadap dunia. Gulat seantero dunia, dari sebuah ladang jagung di Amerika Syarikat sehingga kemanusiaan di Saigon, Vietnam. Mahupun harapan pada Indonesia - tanah air sendiri. Dan katanya, sajaknya ingin dijadikan penawar untuk manusia. Mudah-mudahan!


    2. Bagus! kita diajak berkeliling ke beberapa negara bersama barisan-barisan sajak Pak Taufiq Ismail, tentunya dengan latar tahun sebelum era milenium. seperti mengadakan kunjungan ke masa lampau


    3. Ketika membaca buku ini saya jadi sadar bahwa puisi bisa membawa pesan harapan sekaligus pelipur lara. Judul 'Aku ingin menulis puisi' adalah favorit saya.


    4. Ada satu puisi di buku ini yang benar-benar menyihir. Ketika membacanya, kita seperti berada di sekitar rawa dengan iringan suara katak dan serangga.




    Leave a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *